PerspektifTV

Header Ads

Kisah Tati Nuryati, Kartini Masa Kini Asal Brebes Berjuang Merubah Nasib



BREBESTERKINI.COM, SOSOK - Hari ini Selasa (21 April) adalah hari bersejarah bagi para perempuan Indonesia, karena diperingatinya Hari Kartini. Dari Kartinilah wanita Indonesia mengubah cara pandang dan menjadi inspiring tentang emansipasi dalam ruang publik.

Salah satunya adalah Kartini Masa Kini asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang kini menjadi seorang doktor. Dia adalah Tati Nuryati, alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Wanita kelahiran 15 Maret 1964 dulunya merupakan perempuan desa dengan kehidupan yang serba minimalis. Maklum saja Tati berasal dari keluarga yang sangat sederhana bahkan boleh dikatakan kekurangan.

"Saya lahir  di desa terpencil dari keluarga petani dengan hidup seba kekurangan,  makan nasi oyeh, kadang jagung, rumah bilik lantai tanah," kenang Tati saat masa tempo dulu.

Bapaknya hanyalah seorang  guru tidak tetap (GTT) sehingga untuk memenuhi kebutuhan keluarga ibu Tati bertani bahkan terkadang kuli ke parenca untuk cari tambahan pangan.

Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan namun sang Ayah justru memberikan motivasi agar Tati memiliki pendidikan yang lebih tinggi.

Motivasi dari orangtua sangat membekas bagi saya sehingga semangat untuk bekerja keras supaya bisa belajar ke perguruan tinggi," tutur Tati.

Lulus SD Tati pun melanjutkan ke SMP Cibingbin dengan jarak tempuh jalan kaki sepanjang 4 kilometer lebih. Tak hanya jauh, Tati juga harus mengasah nyali karena perjalanan menuju sekolah melewati kali, hutan.

"Sebenarnya dari SD kelas 6 saya mau dilamar, tapi saya menolak karena terngiang nasehat bapak untuk melajutkan sekolah  tinggi," kata Tati.

Uniknya, Tati pernah tinggal di rumah kepala sekolah SMP dimana ia sekolah. "Oh iya, waktu kelas tiga SMP say diajak kepala sekolah tinggal di rumah beliau di Dukuhseureuh Cibingbin. Saya membatu masak, cuci gosok, beres - beres rumah, lumayan imbalannya makan dan tinggal gratis," kenang Tati.

Lulus SMP, Tati melanjutkan  ke SMA di Cirebon, Jawa Barat. Saat sekolah SMA inilah ekonomi orangtuanya mulai membaik. "Alhamdulillah ekonomi orang tua membaik, jadi bisa kos di Cirebon," kata Tati.

Wanita yang kini tinggal di Kabupaten Bekas, Jawa Barat ini memang sejak kecil memiliki  cita - cita  menjadi dokter. Tak heran, setelah lulus SMA Tati pun  daftar  ke Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung tapi gagal.

Meski gagal, Tati tak patah semangat dan ia pun tetap melanjutkan ke kampus kesehatan yaitu  AKPER PPNI Bandung Angkatan Pertama ditahun 2004.

Nasib Mulai Berubah
Dimasa kuliah Tati mengaku terinspirasi oleh dosen pembimbing dengan latarbelakang pendidikan SPK yang bisa melanjutkan ke jenjang D3, S1 karena beasiswa dari kantor.

"Beliau juga bisa berangkat tugas haji. Ketika say konsultas skripsi, say tanya kiat sukses beliau dan beliau menceritakan kiat sukses denga bekerja sepenuh hati tanpa pamrih dalam bertugas, siap ditempatkan dimanapun," tutur dosen tetap Pascasarjana UHAMKA ini.

Tati punya kenangan unik saat wisuda kelulusan Akper. Saat itu pihak kampus menanyakan kepada para peserta kelulusan tentang siapa yang ingin menjadi PNS. "Siapa yang mau cepat jadi PNS angkat tangan untk dikirim ke luar Jawa. Say satu -satunyanya perempuan yang berdiri dan angkat tangan mau ditugaskan ke Provinsi Riau," kenang Tati.

"Orangtua sempat bingung karena tidak pernah didiskusikan tiba - tiba saya siap ke luar Jawa, sementara adik saya masih kuliah di IPB Bogor," kata wanita yang pernah ditempatka di rumah sakit Kampar, Riau ini.

Namun setelah dijelaskan akhirnya oranguta mengizinkan untuk berangkat ke Riau. Tati pun akhirnya ke Riau dengan perasaan campur aduk. "Boleh dibilang nekat lah karena ini pengalaman pertama dan langsung ke luar Jawa," kata Tati.

Tati resmi diangkat cpns tahun 1988 sedangkan lulus Akper pada tahun 1987. Ia ditempatkan di Kabupaten Kampar, Riau tahun 191.

Selang setahun Tati dipindahkan ke Kementerian Kesehatan yaitu tahun 1991.  Dan tiga tahun kemudian ia mendapatkan beasiswa kuliah di UI dan lulus tahun 1996.

Dari pernikahanya dengan laki laki suku Batak beragama Islam, Tati dikarunia dua anak.

"Tahun 2001 sya pindah ke Bekasi dan sempat ditugaskan menjadi kepala puskesmas sebelum akhirnya ditarik lagi ke Kemenkes tahun 2004," tutur wanita yang juga mendapatkan beasiswa S2 ini.

Kini Tati  bisa kembali ke pulau jawa lagi dan tinggal di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dua anak ini pun telah menyelesaikan S3 Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan UNJ. Sebuah perjuangan wanita dari desa dengan kehidupan serba kekurangan yang luar biasa.

Tentu ada cerita kesedihan, ada kisah haru, sedih dan motivasi yang mengantarkan Tati Nuryati sampai menjadi Kartini Masa Kini. Pada momentum Hari Kartini, Tati memiliki hikmah sendiri yang tentu erat kaitannay dengan perjalanan hidupnya.

"Kartini adalah seorang pahlawan nasional  pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia, memperjuangkan hak kesetaraan salah kehidupan maupun di mata hukum," kata Tati.

Tati mengagumi Kartini karena kegigihannya belajar. Walau dipingit di urmah Kartini tetap  belajar dan aktif menulis. Ketika sudah menikah pun Kartini tetap gigih menjadi seorang guru dan mendirikan sekolah tanpa meninggalkan tugasnya sebagai seorang istri.

Selamat Hari Kartini, Sukses Kartini Masi Kini Indonesia, Sukses Kartini Masa Kini Brebes!



Biodata Tati Nuryati:

Nama : Dr. Tati Nuryati, SKM, M.Kes
TempatTgl/lahir : Brebes, 15 Maret 1964
Status                          : menikah, 2 anak

Riwayat Pendidikan
1. Tahun 1981 lulus SMP Negri Cibingbib, Kuningan Jabar
2. Tahun 1984 lulus SMPP Negeri Cirebon
3. Tahun 1987 lulus Akper PPNI Bandung
4. Tahun 1996 luus S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
5. Tahun 2002 lulus  S2 Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
6. Tahun 2017 Lulus S3 Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan UNJ

Riwayat Organisasi :
1. Senat Mahasiswa Akper PPNI Bandung Tahun 1984-1985
2. Pengurus Ikatan Alumni FKM-UI Tahun 2007-2012
3. Pengurus PPPKMI Pusat Tahun 2014 sd sekarang
4. Pengurus IWAPI Kab. Bekasi

Riwayat  Pekerjaan :
1. Perawat Rumah Sakit Umum Kabupaten Kampar Riau Tahun 1988
2. Staf Teknis  Kandep Kesehatan Kabupaten Riau 1988-1991
3. Staf Teknis  Direktorat Kesehatan Keluarga, Depkes RI  Tahun 1991-2001
4. Penanggung Jawab PKM Puskesmas Pilar Cikarang Tahun 2001
5. Kepala Seksi Pengembangan SDM dan Institusi Kesehatan Dinkes Kab. Bekasi Tahun 2001-2002
6. Kepala Puskesmas Sukaindah, Kec. Sukakarya, Kab. Bekasi Tahun 2002 -2004
7. Staf Teknis Pusat Kajian Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Depkes RI Tahun 2004-2006
8. Kepala Subbidang Hubungan Antara Lembaga Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat, Pusat Komunikasi Publik Depkes RI Tahun 2006 – 2007
9. Jabatan Fungsional Widyaiswara Kementrian Kesehatan di Bapelkes Cikarang Tahun 2007-2016
10. Dosen Tamu Akper Bani Saleh dan Bhakti Husada 2002 - 2004
11. Dosen  Universitas  Esa Unggul Tahun 2007-2008
12. Dosen tamu Akbid Bhakti Husada, Bhakti Bangsa, dan Akbid Sukawangi Tahun 2008 - 2010
13. Dosen tamu  Urindo Tahun 2010
14. Konsultan Pemberdayaan Masyarakat bidang Kesehatan LKC Dompet Dhuafa 2007 – 2009
15. Konsultan Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Kita dan Buah Hati, Januari sd Desember 2016
16. Tim Teaching mata kuliah Promosi Kesehatan Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat UHAMKA  Tahun 2016 sd akhir Juli 2017.
17. Dosen tetap Pascasarjana UHAMKA  mulai 1 Agustus 2017 sampai sekarang

Sepesialisasi Pelatihan :
1. Capacity building
2. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
3. Manajemen Puskesmas
4. Jabfung Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM)
5. Sanitasi total Berbasis Masyarakat (STBM)
6. Pelatihan Kelas Ibu
7. Pelatihan Teknis Kesehatan lainnya
8. Komunikasi Efektif


Powered by Blogger.