PerspektifTV

Header Ads

Makna Hari Kartini Dimata Perempuan Asal Bumiayu



BREBESTERKINI.COM, SOSOK - Hari Kartini memiliki makna tersendiri dimata  Zubaedah Nasucha, wanita kelahiran Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes sekaligus dosen di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.

Menurutnya, Kartini harus diakui sebagai orang yang berpikir radikal pada zamannya, dimana pada saat itu perempuan selalu diartikan sebagai underbownya kaum laki  laki.

"Perempuan hanya merupakan konco wingking sebagai "pelengkap penderita", hidupnya hanya meliputi "tiga sur" ( dapur,sumur dan kasur )," kata Zubaedah kepada BrebesTerkini.

Padahal, kata Zubaedah, Kartini mampu mendobrak pemikiran pemikiran konvensional ini dengan gejolak hati dan  pemikiran yang "radikal".

Perempuan bukan sebagai konco wingking, namun  bisa berdiri sendiri baik di belakang maupun di depan bahkan perempuan harus bisa menjadi pemimpin di masyarakat," kata wanita yang menjadi pengurus KAHMI Yogyakarta ini.

Dikatakan Zubaedah, tidak ada seorangpun yang terhindar dari permasalahan yang menggelayuti hidupnya. Semua orang akan mengalaminya ,hanya saja bedanya mampukah kita menghadapinya? mampukah kita cari solusinya?.

"Sudah semestinya kita harus kuat dan tahan banting ,kreatif dan inovatif untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahannya," terang Zubaedah.

Wakil Ketua IKA UNY Yogya (Ikatan Keluarga Alumni) ini memberikan pesan khusus kepada generasi muda.  Menurutnya, generasi muda harus mempunyai visi atau cita cita luhur yang kuat untuk masa depan dirinya sendiri dan bangsanya.

"Sejarah membuktikan bahwa mereka yang sejak kecil sudah mempunyai cita cita yang kuat akan lebih sukses dari pada yang tidak jelas cita citanya," katanya.

Ditambahkan Zubaedah,  untuk mencapai cita - cita itu harus dilakukan dengan sungguh sungguh ( man Jadda wa Jadda ).Tentu saja generasi muda harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta soft skill yang kuat.

"Jangan lupa selalu bersyukur setiap kali mencapai kesuksesan  sekecil apapun sebagai spirit perjuangan dalam tahapan selanjutnya untuk mencapai cita - cita," kata perempuan yang lahir di  Bumiayu pada 21 November 1960.

Satu lagi, kata Zubaedah, sesabaran sebagai prasyarat untuk mencapai cita cita. Dengan kesabaran , ketekunan, keuletan, kreasi dan inovasi serta semangat yang tinggi maka cita - cita akan tercapai.

"Kata kunci untuk mencapai kesuksesan : mempunyai cita - cita yang luhur, bersungguh sungguh untuk mencapainya, selalu bersyukur dan bersabar. Pergolakan pemikiran RA Kartini bagaikan bola api yang membakar semangat generasi muda," kata Zubedah. (RLS)

No comments

Silahkan memberikan komentar yang sopan

Powered by Blogger.