PerspektifTV

Header Ads

Mukhlisoh; Lahir dari Keluarga Miskin Kini Menjadi Dosen


BREBESTERKINI.COM, SOSOK - Kelahiran seseorang tidak bisa dipesan untuk dilahirkan apakah sebagai anak orang kaya atau sebaliknya dari orangtua miskin. Namun nasib bisa diubah dengan usaha dan berdoa.

Inilah yang dialami Mukhlisoh, seorang dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Syeh Nurjati Cirebon,Jawa Barat. Ia lahir dari kelurga miskin di Kauman, Kabupaten Brebes.

"Saya dilahirkan dari keluarga sedergana bahkan orang mengatakan keluarga saya miskin. Tidak jadi masalah, yang peting tidak miskin hati dan pikiran," kata Alumni SMEA Negeri Brebes ini kepada BrebesTerkini.Com.

Mukhlisoh bertekad untuk sekolah ke perguruan tinggi karena  ingin mengangkat derajat keluarga supaya bida menjadi inspirasi tetangga bahwa kemiskinan bukan berarti melemahkan impian.

Pada awalnya, Mukhlisoh mengaku sempat tidak diizinkan sang Ibu untuk kuliah, tapi dengan berbagai argumentasi dan melihat tekadnya akhirnya hati ibunya luluh dan mengizinkan Mukhlisoh kuliah.

Ibu saya kan memang cuma tukang bikin kue, dan saya masih ingat ketika itu Bupati Brebes yaitu Pak Sartono suka sekali dengan kue lapis bikinan ibu saya," kenang Alumni S1 IAIN Sunan Gunung Djati ini.

Mukhlisoh menuturkan bahwa ia pernah mengalami masa - masa sulit saat kuliah semester 4, dimana ketika sang  Ibu waktu itu tidak punya uang untuk bayar spp.

"Saat sudah bulat keluar kuliah, kakak sulung mensupport saya dengan nasehat yang begitu mengena . Ahirnya Allah memberi jalan,"katanya.

Waktu itu Mukhisoh pun mencari jalan keluar persoalan keuangan untuk biaya kuliah dengan menjadi tukang ketik. "Ceritanya ada sahabatku tahu kemampuanku  dan dia promosikan aku keteman - teannnya. Jadilah aku seorang ahli ketik," kenangnya.

Mukhlisoh menuturkan bahwa dirinya merasa lega karena akhirnya bisa melewati semua rintangan sampai kemudian menjadi seorang dosen di perguruan tinggi Islam.

"Paling tidak saya  bisa jadi tauladan bagi mereka perempuan yang tidak mampu secara finansial untuk kuliah asal ada semangat untuk maju. Ada Allah yang akan mempermudah langkah kita menuntut ilmu," terang Mukhlisoh.

Tentang Hari Kartini
Bagi Mukhlisoh RA. Kartini adalah sosok perempuan penurut perintah orangtua.. Dia rela berorban demi orang yang yang dicintainya .

"Jadilah Kartini -Kartini yang tangguh, yang bisa mewujudkan kemerdekaan perempuan. Perempuan yang kuat optimis, pantang menyerah, jujur dlm segala hal. Dan jangan lupakan kodratnya," pesannya.

Ia pun berbesan kepada generasi muda untuk tidak takut maju. "Mulailah mencari ilmu dimana saja demi masa depan anda. Amalkan ilmu pasti ilmu itu akan berkembang," pesannya.

Bagi Mukhlisoh, kesuksesan bagi seorang perempuan cukup luas. Perempuan yang sukses, kata dia,  adalah mereka yang  memiliki segudang kepandaian, diantaranya adalah sukses berbisnis, sukses berumah tangga dan sukses mendidik anak dan semuanya berlandaskan syariat Islam. (KNT)

No comments

Silahkan memberikan komentar yang sopan

Powered by Blogger.