Header Ads

Putri Widyanti, Dari Brebes Mengejar Cita-Cita Doktor Hingga ke Luar Negeri



BREBESTERKINI.COM, SOSOK - Raden Ajeng Kartini telah banyak memberikan inspirasi kepada para wanita di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Salah satunya adalah Putri Widyanti Harlina.

Wanita asli kelahiran Brebes ini telah mengenyam pendidikan tertinggi di luar negeri meski saat itu sedang dalam kondisi hamil. Tujuannya tak lain adalah untuk mengejar cita-citanya untuk mendapatkan gelar doktoral atau S3 disalah satu perguruan tinggi di luar negeri.

"Saya ingat dan akan tetap mengenang sampai sekarang masa sulit dan penuh perjuangan ketika menempuh studi doktoral dikarenakan harus menjalankan tiga peran sekaligus yaitu sebagai seorang istri, ibu dan mahasiswi dalam satu waktu di tanah perantauan yang jauh dari sanak saudara dan keluarga," kenang Widyanti seperti dituturkan kepada BrebesTerkini.

Widyanti menuturkan bahwa melaksanakan tiga peran ini bukanlah suatu hal yang mudah tapi demi masa depan maka ia pun harus rela dan berkomitmen untuk menyelesaikan studinya dengan baik. .

Harlina mengaku tidak mudah  melakukan hal itu,  mengingat sedang masa kehamilan dan dihadapkan dengan tugas dan kewajiban sebaik mungkin sebagai seorang mahasiswi S3.

Alhamdulillah puji syukur, semua proses itu dari kehamilan sampai membesarkan buah hati bisa dijalani dengan baik," kata wanita yang telah berhasil menerbitkan delapan jurnal karya ilmiah dengan reputasi tingkat Internasional (yang terindeks di Scopus, SCI and WebScience) selama studi S3.

Tak hanya itu, Harlina juga membuat dua makalah International Conferences dan satu buku antalogi yang mengisahkan perjuangan dirinya mendapatkan gelar PhD.

Usai menyelesaikan doktoral, dosen Universitas Muhammadiyah Bandung ini juga pernah mendapat tawaran untuk bekerja sebagai  Postdoctoroal Research Fellow di luar negeri selama satu tahun.

"Pada dasarnya saya sangat mencintai dunia pendidikan karena saya dibesarkan dari lingkungan guru. Kebetulan orangtua saya seorang guru sehingga menjadikan saya selalu dekat dengan dunia pendidikan. Sosok pertama yang menginspirasi saya adalah Ayah saya sendiri," kata wanita kelahiran Brebes 5 November 1986 ini.

Putri Widyanti Harlilna Bicara Tentang Hari Kartini
Menurut Harlina, perjuangan Raden Ajeng Kartini memang tidak pernah mengangkat senjata untuk menantang penjajah. Namun, namanya disejajarkan dengan para pahlawan kemerdekaan.

Kata dia, hal ini dikarenakan inspirasi dan pemikiran yang Ia wariskan pada para perempuan Indonesia. "Hari Kartini identik dengan emansipasi wanita. Sejatinya, emansipasi wanita bermakna mengenai kesamaan derajat antara wanita dan pria diberbagai aspek hak sebagai warga negara," tutur Harlina.

Ditambahkan Harlina, pada zaman RA Kartini, para wanita diposisikan dibawah pria menurut kasta sosial. Pada masa kolonial penjajahan,wanita Indonesia tidak diperbolehkan menempuh pendidikan yang tinggi. Kartini sadar,langkah terbaik untuk mengawali emansipasi bagi wanita Indonesia adalah melalui pendidikan.

Karenanya, Kartini bertekad untuk membangun sekolah wanita pertama, yang akhirnya berhasil ia dirikan di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang kala itu.

"Ia sadar bahwa latar belakang pendidikan yang kuat mampu mempelopori tercapainya emansipasi wanita Indonesia di masa depan," terang Harlina.

Melalui pergerakan yang dilakukan oleh RA Kartini, kini kesetaraan gender telah membuahkan hasil. Sudah banyak wanita Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi bahkan sampai strata-3, bergelar professor, memimpin perusahaan besar, menjadi atlet, ilmuwan hingga seorang diplomat handal.

"Makna ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ tidak berhenti hanya sekedar kalimat belaka," tegas Harlina.

Pesan Putri Widyanti Harlina untuk Perempuan Masa Kini
Pada Hari Kartini, Harlina memberikan "nasehat" bagi perempuan masa kini untuk bisa sukses di bidangnya masing-masing.

"Kuncinya adalah dengan selalu konsisten, fokus dalam memperjuangkan cita-citanya," jelas Harlina.

Dikatakannya, dengan semangat pencapaian cita-cita itulah diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi berikutnya. "Hal ini penting sehingga mereka dapat melanjutkan dan mengimplementasikan dengan jauh lebih baik," pesan wanita dengan gelar S.Pt.,M.Si., M.Eng., Ph.D.

Dikatakan Harlina, ruang untuk ekspresi bagi perempuan masa kini terbuka lebar dan luas sehingga ruang ini harus benar - benar dimanfaatkan para perempuan masa kini dengan baik. "Kejarlah cita - cita setinggi langit meskipun seorang perempuan," harapnya. (KNT)
Powered by Blogger.