Header Ads

Data Penerima Bansos Covid-19 di Brebes Dinilai Amburadul


BREBESTERKINI.COM, PEMERINTAHAN - Koalisi Masyarakat Sipil – Kawal Bansos Covid-19 menilai data penerima bantuan sosial Covid -19 di Kabupaten Brebes masih amburadul dan rawan penyimpangan.

Gerakan yang terdiri dari berbagai macam elemen ini pun memutuskan untuk membuka data penerima dan calon penerima bansos dari seluruh skema disetiap balai desa dan tempat-tempat strategis.

Hal ini dilakukan agar  warga dapat melihat langsung dan bisa melakukan komplain baik secara langsung melalui pemerintah desa maupun layanan pengaduan warga terkait bansos covid-19 Brebes ditingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten.

Koalisi Masyarakat Sipil – Kawal Bansos Covid-19 Brebes menyediakan pengaduan masyarakat berbasis WA maupun email yang langsung bisa diakses oleh warga sejak tanggal 4 Mei 2020 sampai 11 Mei 2020.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan disetiap desa yang dilaksanakan sejak tanggal 11 Mei sampai tanggal 12 Mei 2020. Hasil analisis dari seluruh pengaduan yang masuk dan pemantauan yang dilakukan, ada beberapa temuan, yaitu,

Pertama, pendataan belum melibatkan RT/RW setempat untuk semua skema bansos. Dalam pendataan untuk penerima bansos dari seluruh skema, belum melibatkan RT/RW setempat. RT/RW hanya dilibatkan dalam pendataan untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) Dana Desa.

Koalisi Masyarakat Sipil – Kawal Bansos Covid-19 menemukan double penerima bansos dari seluruh skema di luar penerima PKH yang sudah berjalan maupun yang PKH perluasan (karena penerima PKH dan penerima BPNT, merupakan orang yang sama sehingga daftar penerima PKH tidak masuk dalam tracking).

Penerima Bansos Sosial Tunai (BST) Kemensos Tahap 1, tidak bertuan. Koalisi Masyarakat Sipil sementara ini menemukan ada sekitar 72 Kartu Pencairan Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos melalui PT. Pos Indonesia yang tidak bertuan di Desa Pagejugan dan Desa Kedunguter.

Artinya, penerimanya tidak sesuai dengan nama dan alamatnya lengkap dengan RT/RW, namun tidak ada nama tersebut. Hal ini terjadi, sangat dimungkinkan data penerima bansos covid-19 masih sangat amburadul.

Pelaksanaan pencairan bantuan sosial mengundang kerumuman orang. Hasil pemantauan, dalam pelaksanaan pencairan bantuan sosial tunai (BST) Kemensos Tahap 1 melalui PT Pos Indonesia, tidak mengindahkan protokoler dalam menghadapi pandemik covid-19. Proses pencairan di Kantor Pos Indonesia tiap kecamatan masih berkerumun warga tanpa mempedulikan protokoler pencegahan Covid-19.

Adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum di wilayah desa. Ada pengaduan warga penerima bansos sosial tunai Kemensos tahap 1 yang diminta sejumlah uang oleh oknum dengan alasan untuk operasional pendataan dan sudah diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan.

Oleh karena itu,  Koalisi Masyarakat Sipil – Kawal Bansos Covid19 di Brebes, dalam rangka mengawal merespon temuan-temuan tersebut, mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Brebes beberapa hal, yaitu,

Memastikan kepada seluruh pemerintah desa untuk memasang seluruh daftar penerima dan calon penerima bantuan sosial dari seluruh skema. Pemkab juga harus memberikan pemahaman kepada seluruh pemerintah desa bahwa pemasangan daftar penerima bansos dari seluruh skema tidak harus menunggu data final, karena tujuan dari publikasi informasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dari warga.

Gerakan ini terdiri dari berbagai macam elemen, yaitu Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Brebes, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Brebes, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Brebes, Persatuan Alumni GMNI Brebes, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Peradaban, Gerakan Pemuda Ansor Brebes.

Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Brebes, Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Brebes, Lembaga Independen Brebes, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) Brebes, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Brebes, Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB), Persatuan Pemuda Pemudi Dusun Cikuya (PERPEC), Forum Masyarakat Kemiriamba (FORMAK), Komunitas Sablon Brebes, Brebes Teras Kreatif, Group FB Info Seputar Brebes, Pemali Channel.

Penulis : Viqi Nursekha
Editor : Karnoto

9 comments:

  1. Selamat siang ko saya blum dapat di karang Malang ketnggungan kata nya ada bantuan 600rbu

    ReplyDelete
  2. bantuan d berikan kusus buat the big famili kepdes,wakdes,pngurus dsa,rt-rw
    yg lain sabar lw da lbhnya...fakta100%

    ReplyDelete
  3. Saya desa sidamulya rt01 rw 07 ga dapet tlong yang tleti

    ReplyDelete
  4. Desa buara belum nerima bantuan apa apa sembako ga ada uang 600 ga ada

    ReplyDelete
  5. Maaf sebelumnya apakah ada akses bagi warga untuk melihat daftar nama2 penerima bantuan agar kita semua sebagai warga bisa mengawal dana bantuan agar supaya tepat sasaran ??

    ReplyDelete
  6. Betul sekali..RT sama sekali TDK di libatkan..apalagi wkt validasi.di jatirokeh Songgom jg begitu.seolah olah.semua keputusan di tangan Kades..mknya bnyak data tumpang tindih dan tenang pilih..

    ReplyDelete
  7. Saya jelas2 terdampak covid19 saja tidak tau dapat ap tidak bantuan itu pdahal saya juga warga berebes

    ReplyDelete
  8. apa setiap kk itu dapat ko di tempat saya tida sesuwai apa yg di bicarakan pa presiden bukanya setiap kk dapet 600 ko sampe sampe sekarang blum kunjung datang pdahal semua itu kena dampak covid 19 jdi tlong yg adil se adil adilnya biar semuah merasakan bantuan itu

    ReplyDelete

Silahkan memberikan komentar yang sopan

Powered by Blogger.