Header Ads

Delapan BEM di Brebes Menolak RUU HIP


BREBESTERKINI.COM,KAMPUS - Persatuan Badan Eksekutif Mahasiswa Bregas menggelar acara silaturahmi dan membahas terkait penolakan RUU HIP di Kampus Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes (6/7/2020).

Acara ini dihadiri 8 ketua BEM, dan 19 orang dari perwakilan 8 kampus, yaitu BEM STAI Brebes, BEM UMUS, BEM BHAMADA Slawi, STIMIK MPB, Poltek Mitra Karya Mandiri, Politeknik HARBER, BEM IBN dan BEM Universitas Peradaban.

Pada kesempatan itu, ketua BEM Universitas Peradaban, Royke Loro secara tegas menolak RUU HIP. Ketua BEM Aliansi Persatuan Bregas ( PBB ), Muhammad Nur Rofiq juga bersikap sama yaitu menolak RUU HIP.

"Kami akan mengadakan kajian lebih lanjut serta audiensi dengan DPRD ditiga wilayah yaitu, Brebes, Tegal dan Slawi secara serentak, sebagai acuan penolakan RUU HIP, serta aksi turun ke jalan menolak RUU HIP," katanya.

Dalam silaturahmi tersebut juga hadir pencetus PBB, penggerak pergerakan Komunitas Shafa Brebes, Edy Nurjaya. Menurutnya, mahasiswa itu Agent of Change disegala bidang dan menjadi social control yang akan terus menjunjung tinggi keterbukaan dan transparansi dalam melaksanakan pemerintahan agar lebih mensejahterakan rakyatnya dan meminimalisir tingkat penyelewengan di tingkat aparatur negara.

"Mahasiswa adalah generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan, mahasiswa dituntut mampu untuk mengontrol keadaan negara; bukan untuk sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi yang riil untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control)," katanya.

Sebagai kaum intelektual, katanya, mahasiswa harus bersikap berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda pemerintahan. (rls)

No comments

Silahkan memberikan komentar yang sopan

Powered by Blogger.